Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara
Sapuan, S.HI., MH. menuturkan, Tim Inovasi PA Labuha sengaja menggunakan nama2 jenis batu Bacan

Ini Dia Aplikasi-aplikasi Inovasi dari Pengadilan Agama Labuha Bacan


Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan Tahun 2015. Lomba yang memiliki tema “Inovasi Untuk Melayani” ini dibuka secara resmi pada 19 Agustus 2015 dan pendaftaran tersebut akan ditutup pada tanggal 22 September 2015. Kompetisi kali ini bakal diikuti seluruh pengadilan tingkat pertama empat lingkungan peradilan yang berada di bawah naungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Diperkirakan sebanyak 789 pengadilan akan berpartisipasi menjadi peserta lomba, tak terkecuali Pengadilan Agama Labuha. Tak mau kalah dari peserta lainnya, Ketua Pengadilan Agama Labuha, Drs. Muhammad Arafah Jalil, S.H.,M.H melakukan komunikasi dengan Tim IT Pengadilan Agama Labuha untuk membentuk Tim Khusus (Tim Lomba Inovasi) guna menyusun langkah strategis dalam mengikuti lomba ini. Pada rapat perdananya, Tim Inovasi yang dikomandoi Naim Abdurauf, SH sebagai Ketua Tim dan Sapuan, S.HI.,MH sebagai Penanggungjawab memutuskan bahwa inovasi yang menjadi unggulan PA Labuha pada lomba kali ini adalah pemanfaatan sarana teknologi aplikasi dalam bentuk pelayanan publik sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Pengadilan Agama Labuha. Teknologi aplikasi yang akan dikembangkan Tim Inovasi PA Labuha ini diklaim mampu memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Dengan teknologi ini pula, proses birokrasi menjadi lebih efektif dan efisien. Menariknya, teknologi aplikasi yang dikembangkan ini menggunakan nama jenis-jenis batu mulia (batu akik) yang berasal dari Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Sapuan, S.HI., MH. menuturkan bahwa Tim Inovasi PA Labuha sengaja menggunakan nama-nama jenis batu Bacan karena ingin mempopulerkan berbagai jenis batu mulia yang berasal dari Pulau Bacan. “Selama ini masyarakat pecinta batu akik hanya mengenal Batu Bacan saja, padahal batu yang berasal dari Pulau Bacan itu banyak jenisnya, antara lain Batu Doko, Batu Palamea, Batu Obi, Batu Kasdam (Kasiruta Dalam) dan lain sebagainya.

Dengan memperkenalkan aplikasi ‘batu-batuan’ tersebut kita berharap masyarakat semakin familiar dengan kekhasan khasanah nusantara serta kearifan local pulau Bacan” ujarnya. Selain itu, Tim Inovasi juga menggunakan nama jenis Batu Bacan dalam aplikasinya supaya mudah diingat dan dikenal, serta menjadi ciri khas tersendiri bagi Pengadilan Agama Labuha. Hal ini mengingat wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Labuha mencakup Pulau Bacan dan sekitarnya. “Kami ingin mengembangkan inovasi yang mampu bersanding dengan budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah-tengah Masyarakat Pulau Bacan".
Perlu diketahui, saat ini Tim Inovasi PA Labuha telah mendaftarkan beberapa aplikasi dan akan mendaftarkan lagi beberapa aplikasi lain yaitu:
- SI BACAN SUPER (Sistem Informasi Bahan Pencarian dan Penelusuran Perkara);
- SI DOKO (Sistem Informasi Dokumen Online) meliputi JDIH, Dokumen-dokumen Kebijakan Internal serta Pelaporan-pelaporan;
- SI PALAMEA (Sistem Informasi Pelayanan Meja Informasi dan Aduan);
- SI KASDAM (Sistem Informasi Kasir dan Meja I);
- SI IPUL (Sistem Informasi E-Polling);
- SI KASIRUTA (Sistem Informasi Aplikasi Surat Andalan).

Sumber : http://inovasi.mahkamahagung.go.id/


15 Komentar

  1. gejala penyakit ispa
    gejala penyakit ispa
    14 Oktober 2015 - 15:16:38 WIB

    salam kunjungan dari kami

  1. Obat Herbal Semarang
    Obat Herbal Semarang
    12 Januari 2016 - 13:19:30 WIB

    Senang berkunjung di website anda, Terima kasih admin info bermanfaatnya

  1. Grosir Bandar Herbal
    Grosir Bandar Herbal
    12 Januari 2016 - 13:24:17 WIB

    Terima kasih banyak admin informasinya
    Salam sukses selalu

  1. Manjakani Kanza Semarang
    Manjakani Kanza Semarang
    12 Januari 2016 - 13:26:18 WIB

    Artikel yang bermanfaat
    Terima Kasih Admin Informasinya


Tulis Komentar