Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara

Pembukaan Rakerda & Bimtek PTA Maluku Utara


Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) dan Bimbingan Teknis (BIMTEK) untuk Hakim serta Kepaniteraan Pengadilan Agama sewilayah PTA Maluku Utara akhirnya secara resmi dibuka oleh Dirjen Badilag Drs. H. Purwo Susilo SH., MH.

Kegiatan yang digelar di Bella International Hotel atau lebih akrab disebut  warga Ternate dengan  sebutan Hotel Amara ini rencananya berlangsung selama 3 (tiga) hari sejak tanggal 02 s/d 04 Mei tahun 2013.

Kegiatan RAKERDA serta BIMTEK tersebut merupakan agenda tahunan PTA Maluku Utara dalam upaya melahirkan aparat peradilan agama yang cakap serta berkompeten dalam melaksanakan tugas serta tanggungjawabnya.

Berdasarkan Laporan Ketua Panitia Pelaksana Drs. H. NURDIN, D. yang juga sebagai PANSEK PTA Maluku Utara ini, peserta RAKERDA serta BIMTEK tersebut berjumlah 60 orang dengan rincian sebagai berikut:

  • Peserta Dari Hakim Tingkat Pertama berjumlah 17 orang
  • Kepaniteraan yang terdiri dari Panitera/PP dan Jurusita/Jurusita Pengganti berjumlah 43 orang

Dalam sambutannya Dirjen Badilag menyampaikan banyak hal terkait kehadirannya dalam acar tersebut. Termasuk keinginannya untuk datang ke Kota Ternate.

(Kiri ke Kanan : Peserta Rakerda dan Bimtek serta Penyematan Tanda Peserta Secara Simbolis)

Persamaan Visi, Misi, Persepsi dan Aksi

Dalam sambutannya Dirjen Badilag berharap ada peningkatan koordinasi serta kualitas kerja yang apik antara elemen di masing-masing satker. Apalagi di dalam kegiatan tersebut terdapat agenda Rapat Kerja Daerah di mana seluruh unsur pimpinan serta pejabat masing-masing satker se-PTA Maluku Utara bertemu.

Hendaknya tidak ada lagi missing link dalam menerjemahkan sekaligus melaksanakan kebijakan yang diambil baik oleh Mahkamah Agung maupun Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.

Hendaknya seluruh PA di bawah PTA Maluku Utara bisa menyatukan Visi, Misi, Persepsi serta Aksi di dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Jangan ada lagi perbedaan pandangan dalam menjalankan kebijakan yang nantinya akan menentukan hasil dari pekerjaan nantinya”. Demikian ungkap pria kelahiran Pacitan 59 tahun yang lalu ini.

Dirjen Apresiasi Prestasi PTA Malut Dalam Hal Penyerapan Anggaran

Sebagaimana diketahui bulan Februari yang lalu PTA Maluku Utara menjadi PTA terbaik dalam hal penyerapan Anggaran Tahun 2012. Prestasi ini patut dibanggakan mengingat salah satu indikator berjalannya manajemen yang baik adalah adanya perencanan, penganggaran serta hasil yang baik. Dan Pengadilan Tinggi Agama yang berkantor di ‘pulau terpencil’ Sofifi yang berada di wilayah Maluku Utara ini berhasil melakukan itu. Tak semua PTA atau Satker bisa melakukan hal tersebut.

Pada detail salah satu Laporan Tahunan Mahkamah Agung beberapa bulan yang lalu PTA Maluku Utara bisa mencapai target prosentase sebesar 99,94%. Capaian ini mengungguli capaian serapan PT Maluku Utara dan PTA Bangka Belitung di mana secara berurutan keduanya berada di posisi kedua dan ketiga setelah PTA Maluku Utara dalam hal serapan anggaran tahun 2012.

Namun Dirjen menegaskan bahwa capaian tersebut adalah baru sebatas capaian penyerapan anggaran. Sedangkan indikator utama keberlangsungan serapan anggaran tersebut juga harus didukung dengan adanya Output yang nyata.

“Jangan sampai ada di Pengadilan Agama yang memiliki tingkat serapan yang tinggi namun terdapat kegiatan yang sifatnya materiil atau lazim disebut dengan kegiatan fiktif. Cara membuktikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar ada adalah dengan mendokumentasikan setiap program dan kegiatan”,demikian imbuhnya.

Implementasi SIADPA Plus PTA Maluku Utara : PA Labuha Terbaik

Tak disangka oleh aparatur Pengadilan Agama seluruh wilayah PTA Maluku Utara jika ternyata Dirjen Badilag memiliki perhatian yang besar pula terhadap pengimplementasian SIADPA Plus. Hal ini dibuktikan dengan kedatangan beliau membawa data fisik yang berasal dari pantauan online pelaporan info perkara yang telah disiapkan oleh admin Timnas SIADPA Plus yang bertugas di Laboratorium SIADPA Plus Ditjen Badilag.

Dalam sesi pertama kegiatan, secara khusus Dirjen memaparkan data yang telah diambil sehari sebelum kegiatan dan dibawa menuju tanah Kie Raha terkait dengan pengimplementasian SIADPA Plus di Pengadilan Agama sewilayah Maluku Utara.

Satu persatu dikupas kevalidan data serta grafik kinerja SIADPA Plus di Pengadilan Agama sewilayah hukum PTA Maluku Utara. Dari seluruh Pengadilan Agama yang ada, hampir seluruhnya dikupas tentang validasi, grafik kinerja, serta pelaporan online.

Dari seluruh Pengadilan Agama di wilayah Pengadilan Tinggi Maluku Utara hanya ada satu PA yang hampir tidak ada kekurangan/kesalahan baik dalam pengimplementasian maupun pelaporannya. PA tersebut adalah Pengadilan Agama Labuha yang justru berada paling jauh dari PTA Maluku Utara karena untuk menuju ke PA Labuha jika berangkat dari PTA Maluku Utara harus menyeberang dulu ke Kota Ternate menggunakan speedboot selama kurang lebih 45 menit dan selanjutnya menempuh perjalanan kapal selama 8 (delapan) jam lamanya.

Validasi SIADPA Plus, Dirjen : Validasi, Jangan Hanya “Hijau Semangka”

Terkait dengan implementasi SIADPA Plus se-PTA Maluku Utara Dirjen juga berharap adanya kevalidan serta kesesuaian antara data yang telah diupload di portal pelaporan perkara online Ditjen Badilag dengan data fisik yang berada di berkas.

Ada semacam fenomena yang terjadi di pelaporan online perkara di mana satker-satker berlomba untuk mengupload pelaporan dengan sempurna namun mengabaikan keadaan sebenarnya di lapangan. Misalkan dalam pelaporan online perkara seakan-akan berjalan begitu sempurna namun di dalam kenyataannya banya berkas yang masih berada di Panitera masing-masing dan beum diminutasi.

Untuk memberikan istilah fenomena ini Dirjen mengibaratkan pelaporan ini ibarat Hijau Semangka alias hijau di luarnya namun merah di dalamnya. Artinya dalam pelaporan online terlihat hijau namun di kenyataan yang ada masih banyak data yang tidak sesuai.

(SPN-TIM PTA MU)


1 Komentar

  1. zuhud
    zuhud
    24 Agustus 2017 - 22:10:58 WIB

Tulis Komentar